Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Mulus Tanpa Tersentuh Hukum, Gudang Di Perumahan Pelindo Labuhan Diduga Menjadi Tempat Penimbunan Solar Subsidi

Jumat, 21 Agustus 2026 | Agustus 21, 2026 WIB Last Updated 2026-08-22T04:02:32Z



MedanLabuhan-- Diduga praktik penimbunan BBM jenis solar subsidi masih terus berjalan, salah satunya yang berada di Link 26 Kompelek Perumahan Pelindo Pigir Tanggul Sungai Deli, Batu 20 gudang penimbunan nya kelurahan Medan labuhan di dekat Padat Penduduk Permukiman Rumah Masyarakat sebuah Gudang tempat menimbun dan Ngepul BBM Subsidi Asal Mobil Truk dan Trado kecing di Pigir jalan Yos,Sudarso km 19,5 Diduga Milik Aseng.


Dari hasil pantauan awak media, BBM Solar subsidi diduga diangkut menggunakan mobil Truk dan Trado Ada Mobil DamTruk Operandi. di setiap SPBU yang terlihat hilir mudik bolak-balik Antrian memasuki area SPBU dan lansir jerigen pakai angkong kereta dalam gudang tersebut.


Mulusnya aksi penimbunan solar menurut beberapa warga diduga karena adanya kerjasama sejumlah pihak mulai dari SPBU dan para Ngepul pemilik gudang.


Warga menilai tingginya harga solar industri menjadi celah para mafia untuk meraup keuntungan dengan "memainkan" solar subsidi dari Mobil truk Trado ke sejumlah SPBU.


Selain itu, diduga akibat minimnya pengawasan sehingga membuat para cukong nekat mendirikan usaha tempat penimbunan (gudang BBM) meski tanpa memiliki izin dari dinas terkait.


Warga khawatir keberadaan gudang ditengah pemukiman bisa memicu kebakaran di lingkungan padat penduduk.


“Gudang itu sangat meresahkan, apalagi kalau terjadi kebakaran, dampaknya bisa fatal bagi kami,” ujar salah satu warga setempat, Selasa (20/8/2026).


Gudang tersebut, menurut masyarakat, sudah lama beroperasi dan selalu tertutup rapat. Hingga kini, belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum.


Menanggapi hal itu,ketua DPW Efron Syahputra SH. selaku Ketua Sumut LSM Tipikor meminta aparat segera bertindak serta memutus rantai penyalahgunaan BBM subsidi.


"Jangan menyalahgunakan BBM subsidi dengan mengatas namakan wong cilik. Kami berharap agar pihak Kepolisian segera turun ke lokasi meninjau tempat tersebut," tegasnya. (Tim)

×
Berita Terbaru Update