Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Cegah Kecelakaan di Area Pelabuhan, PMT Edukasi 390 Pekerja Soal Bahaya Blind Spot

Senin, 31 Agustus 2026 | Agustus 31, 2026 WIB Last Updated 2026-08-31T09:49:16Z


Belawan-- (31/07) - Aktivitas alat berat, kendaraan operasional, dan pekerja yang berlangsung bersamaan

membuat area pelabuhan memiliki berbagai potensi risiko keselamatan. Salah satunya adalah blind spot atau

titik buta yang dapat membahayakan pekerja maupun operator alat.

Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko tersebut, PT Prima Multi Terminal (PMT) menggelar kegiatan

Ngobras & Safety Induction Bahaya Titik Buta (Blind Spot) di Terminal Belawan. Kegiatan tersebut menjadi

bagian dari upaya perusahaan memperkuat budaya keselamatan sekaligus meningkatkan pemahaman pekerja

terhadap potensi bahaya di area operasional pelabuhan.




Kegiatan berlangsung dalam empat sesi dan diikuti sekitar 390 orang. Peserta terdiri dari operator alat,

pengemudi kendaraan operasional, serta pekerja lapangan yang terlibat dalam aktivitas bongkar muat di

Terminal Belawan.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan edukasi mengenai potensi bahaya blind spot, termasuk

langkah-langkah mitigasi yang perlu diterapkan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja.

Dalam aktivitas operasional pelabuhan, blind spot merupakan area di sekitar kendaraan atau alat berat yang

tidak dapat terlihat secara langsung oleh operator. Kondisi tersebut menjadi salah satu potensi bahaya yang

perlu mendapat perhatian karena mobilitas alat berat, truk, dan pekerja berlangsung secara bersamaan di area

terminal.

Manager Pengelolaan Operasi Terminal 1 PMT, Harlem Susanto Purba, mengatakan pemahaman mengenai

blind spot tidak hanya penting bagi operator alat, tetapi juga seluruh pekerja yang beraktivitas di lingkungan

pelabuhan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran seluruh operator dan pekerja pelabuhan mengenai

pentingnya memahami area blind spot. Keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama, sehingga

setiap individu harus memahami risiko yang ada dan menerapkan prosedur keselamatan secara disiplin dalam

setiap aktivitas operasional,” ujar Harlem.

Menurut dia, penguatan pemahaman mengenai keselamatan perlu dilakukan secara konsisten. Hal tersebut

penting agar kesadaran terhadap potensi bahaya tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi menjadi bagian dari

perilaku pekerja dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kesadaran terhadap keselamatan harus menjadi budaya dalam setiap aktivitas kerja. Dengan memahami

potensi risiko dan mematuhi prosedur yang berlaku, kita dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan

menjaga operasional pelabuhan tetap berjalan dengan aman,” katanya.

Komitmen terhadap keselamatan tersebut tercermin dari capaian K3 PMT di Terminal Belawan yang hingga saat

ini mencatatkan nihil kecelakaan kerja atau zero accident.

Capaian tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas operasional pelabuhan.

PMT berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan melalui penguatan budaya keselamatan dan

kesehatan kerja (K3), peningkatan kompetensi pekerja, serta pelaksanaan edukasi keselamatan secara

berkelanjutan.

Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya blind spot, kegiatan Ngobras & Safety Induction juga menjadi

ruang komunikasi antara manajemen dan pekerja. Dalam forum tersebut, peserta dapat berbagi pengalaman

sekaligus mengidentifikasi potensi risiko yang ditemukan dalam aktivitas operasional di lapangan.(Usman)

×
Berita Terbaru Update