Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

PMT Layani Pelayaran Langsung Perdana CMA CGM dari Kuala Tanjung ke China Selatan

Senin, 11 Mei 2026 | Mei 11, 2026 WIB Last Updated 2026-05-11T16:21:58Z

 


Batu Bara---11/05– Upaya menjadikan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai simpul logistik internasional di pesisir

timur Sumatera mulai menunjukkan perkembangan baru. PT Prima Multi Terminal (PMT) untuk pertama kalinya

melayani pelayaran internasional langsung milik perusahaan pelayaran global asal Perancis, CMA CGM melalui

anak perusahaannya CNC, yaitu dengan layanan BBX3 CNC yang menghubungkan Kuala Tanjung dengan

sejumlah pelabuhan utama di Asia Tenggara dan China Selatan.



Kapal MV CMA CGM FUJI sandar di dermaga Kuala Tanjung pada Senin (11/5/2026). Kapal sepanjang 185

meter dengan kapasitas 25.283 gross ton itu mengangkut sekitar 250 TEUs peti kemas pada pelayaran

perdananya dari Kuala Tanjung. Layanan tersebut melayani rute Kuala Tanjung–Singapura–Port Klang–Da Nang–Nghi Son–Haiphong–Nansha– Shekou–Chittagong sebelum kembali ke Kuala Tanjung. Kehadiran jalur pelayaran langsung ini dinilai membuka

alternatif distribusi logistik baru bagi kawasan industri dan eksportir di Sumatera Utara yang selama ini masih

bergantung pada pelabuhan transshipment di luar wilayah.



Direktur Operasi dan Teknik PT PMT Wahyudi mengatakan, masuknya layanan BBX3 CNC menjadi momentum

penting bagi pengembangan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan hub internasional di Selat Malaka. “Kedatangan CMA CGM FUJI bukan sekadar kunjungan kapal perdana, tetapi menjadi indikator bahwa Kuala

Tanjung mulai diperhitungkan dalam jaringan pelayaran global. Selama ini, banyak arus barang dari Sumatera

Utara harus melalui pelabuhan lain terlebih dahulu sebelum masuk ke jaringan internasional.



Dengan direct call

ini, rantai distribusi menjadi lebih singkat, waktu pengiriman lebih efisien, dan biaya logistik berpotensi ditekan,” ujar Wahyudi di sela penyambutan kapal. Menurut dia, PMT saat ini terus memperkuat kesiapan operasional untuk mendukung peningkatan arus peti

kemas internasional, mulai dari efisiensi waktu sandar kapal (port stay), dan waktu barang di Pelabuhan (cargo

stay), 



serta percepatan dwelling time. “Kami ingin memastikan Kuala Tanjung mampu memberikan standar pelayanan yang kompetitif dibanding

pelabuhan internasional lain di kawasan Asia Tenggara. Ke depan, kami menargetkan lebih banyak kapal

dengan kapasitas besar melakukan direct call ke Kuala Tanjung. Ini penting untuk memperkuat posisi Sumatera

Utara dalam rantai pasok global,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan Pelabuhan Kuala Tanjung memiliki posisi strategis karena berada di jalur

pelayaran internasional Selat Malaka, salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia. Potensi tersebut, menurut

Wahyudi, harus dioptimalkan agar kawasan industri di hinterland Sumatera Utara memperoleh akses logistik

yang lebih efisien menuju pasar ekspor. President Director CMA CGM Indonesia Ikram Ghazali mengatakan, layanan BBX3 akan beroperasi secara dua

mingguan (bi-weekly) dan difokuskan untuk memperkuat konektivitas perdagangan dari Sumatera Utara menuju

Singapura, Malaysia, Vietnam, dan China Selatan. “Kami bangga menjadi lini pelayaran pertama yang menawarkan direct call yang menghubungkan Kuala Tanjung

dengan pasar strategis di Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Tiongkok Selatan melalui layanan BBX3 kami. Pencapaian ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami dalam memperkuat rantai pasok yang efisien dan

tangguh, serta mendukung pertumbuhan ekonomi melalui jaringan maritim yang lebih terkoneksi di Indonesia.” kata Ikram.(usman)

×
Berita Terbaru Update